Entri Populer

Kamis, 03 Februari 2011

HAL-HAL YANG WAJIB DI KETAHUI OLEH SETIAP MUSLIM 2

Bagian 2: Hal-hal yang wajib diketahui oleh setiap muslim
Hal-Hal Yang Menggugurkan KeIslaman
Ada 10 perkara yang menggugurkan keislaman seseorang, yaitu:
1. Syirik kepada Allah. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni jika Dia dipersekutukan dengan lain-Nya dan akan mengampuni (dosa) selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (An-Nisa’: 48).

“…padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempat tinggalnya ialah neraka, dan tidaklah ada bagi orang-orang zhalim Di antara bentuk syirik itu ialah berkurban untuk selain Allah. Seperti berkurban untuk jin atau kuburan.

2. Bagi siapa yang menjadikan perantara antara dia dan Allah, ia meminta kepada perantara itu syafa’at dan menggantungkan diri kepadanya, maka kafirlah hukum-nya menurut ijma’.

3. Bagi siapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musrik, atau meragukan kekafiran mereka, atau membenarkan madzhab yang mereka pegang, maka kafirlah ia.

4. Bagi siapa yang percaya bahwa selain ajaran Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam lebih sempurna, atau hukum lain lebih baik dari hukum Allah, seperti orang yang mengutamakan hukum thagut daripada hukum Nabi Muhammad, orang tersebut telah kafir.




5. Bagi siapa yang membenci sebagian ajaran Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, walaupun ia mengerjakannya, ia telah kafir.

6. Bagi siapa mengejek sebagian dari ajaran Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, atau mengejek pahala, atau siksa, yang diajarkan agama Islam, maka kafirlah ia. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“Katakanlah” ‘Patutkah kamu memperolok-olokkan Allah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-nya? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman’.”(At-Taubah:65-66).

7. Sihir, seperti: sharf dan ‘athaf.( Sharf adalah jenis sihir yang ditujukan untuk memisahkan seseorang dengan kekasihnya. Sedangkan ‘athaf di kalangan orang Jawa dikenal dengan istilah pelet. (pent). )1 Barangsiapa menger-jakannya atau menyetujuinya, kafirlah ia. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“Keduanya (Harut dan Marut) tiada mengajarkan sihir kepada seseorang, melainkan lebih dahulu berkata: ‘Kami ini hanya (mendatangkan) cobaan, sebab itu janganlah engkau kafir'. Lalu mereka mempelajari dari keduanya Baqarah:102).

8. Mendukung dan membantu golongan musyrik terhadap golongan muslim. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“Barangsiapa di antara kamu mendukung mereka (Yahudi dan Nasrani), maka ia masuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kapada orang-orang yang zhalim”.(Al-Maidah: 51).

9. Barangsiapa berkeyakinan bahwa sebagian manusia boleh tidak mengikuti ajaran Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam, sebagaimana Khidhir tidak wajib mengikuti ajaran Musa, maka ia telah kafir.

10. Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajari dan tidak mengamalkannya. Firman Allah:
“Siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami menyiksa orang-orang yang berdosa”.(As-Sajdah:22).
Pelaku hal-hal di atas tidak ada bedanya antara yang melakukannya dengan main-main, sungguh-sungguh, atau takut, sama gugur keislamannya. Kecuali orang yang dipaksa. Semua hal-hal di atas besar sekali bahayanya, dan seringkali terjadi. Oleh karena itu setiap muslim harus berhati-hati dan menjaga diri baik-baik. Kita berlindung kepada Allah dari murka dan adzab-Nya yang pedih.

Macam - Macam Tauhid
1. Tauhid Rububiyah.
Tauhid ini adalah mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya. Tauhid ini diakui oleh orang-orang kafir pada masa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Namun, mereka tidak dimasukkan dalam golongan Islam dan diperangi oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, dihalalkan darah dan harta benda mereka. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“Katakanlah: ‘Siapakah yang memberimu rizki dari langit dan dari bumi? Siapakah yang memberikan pende-ngaran dan penglihatan? Siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup? Siapakah yang mengatur segala urusan?’. Mereka akan menjawab: ‘Allah’. Sebab itu katakanlah: ’Menga-pakah kamu tidak bertakwa?’.” (Yunus:31).
Ayat-ayat lain yang senada dengan ini banyak sekali dalam Al-Qur’an.

2. Tauhid Uluhiyah.
Tauhid ini menjadi ajang perselisihan pada masa dahulu hingga sekarang. Yaitu mengesakan Allah dalam perbuatan-perbuatan hamba, seperti: do’a, nadzar, penyembelihan, berharap, takut, tawakkal (berserah diri), dan berbagai macam ibadah yang ada dasarnya dalam Al-Qur’an.


3. Tauhid Dzat, Asma dan Sifat.
Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah yang dituju (untuk memohon). Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (Al-Ikhlas:1-4).
“Hanya milik Allah asma’ husna (nama-nama yang maha indah), karena itu memohonlah kepada-Nya dengan nama-nama itu, dan biarkanlah orang-orang yang menyim-pang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan:.(Al-A’raf:180).
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Melihat”. (Asy-Syura:11).
Lawan Tauhid Adalah Syirik
Syirik ada 3 macam, yaitu: Syirik Akbar (besar), Syirik Ashghar (kecil), dan Syirik Khafi(terselubung).
I. Syirik Akbar.
Syirik Akbar tidak diampuni oleh Allah, dan amal shaleh yang disertai syirik ini tidak diterima. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni jika Dia dipersekutukan dengan lain-Nya dan akan mengampuni (dosa) selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”.(An-Nisa’:48).
“… padahal Al-Masih (sendiri) berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempat tinggalnya ialah neraka, dan tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun” (Al-Maidah: 72).
“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan”.(Al-Furqan: 23).
“Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”.(Az-Zumar: 65).
“.. Seandainya mereka mempersekutukan (Allah), niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”. (Al-An’am: 88).




Syirik Akbar Ada Empat Macam:
1. Syirik dalam Do’a. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo’a kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; tetapi tatkala Allah memyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)”.(Al-An-kabut: 65).

2. Syirik dalam Niat, Kehendak dan Tujuan. Firman Allah:
“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”.(Hud: 15-16).

3. Syirik dalam Ketaatan. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala :
“Mereka menjadikan orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”.(At-Taubah: 31).
Pengertan yang jelas dalam ayat ini bahwa tidak diperkenankan taat kepada ulama’ dan manusia pada umumnya dalam hal kemaksiatan, bukan ajakan baik mereka. Sebagaimana Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah menerangkan kepada Adi bin Hatim tatkala beliau ditanya, bahwa kita bukan menyembah mereka (ulama’ atau pendeta maupun hamba lainnya), tetapi arti penyembahan itu adalah mentaati mereka dalam kemaksiatan.

4. Syirik dalam Cinta Kasih. Firman Allah:
“Dan di antara manusia ada yang menjadikan sekutu-sekutu selain Allah, mereka mencintainya seperti mencintai Allah…”.(Al-Baqarah: 165).
II. Syirik Ashghar
Syirik Ashghar adalah riya’(pamer).( Terdapat sebuah hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad, (yang artinya): “Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan kepada kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’ (pamer).” Pent. ) (Terdapat sebuah hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad, (yang artinya): “Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan kepada kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’ (pamer).” Pent. )2 Firman Allah:
“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya”. (Al-Kahfi:110).


III. Syirik Khafi ( Terselubung ).
( Ada hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim, (yang artinya): “Syirik itu lebih samar dari semut hitam yang merayap di atas batu hitam pada waktu malam gelap gulita. Sekecil-kecilnya syirik adalah apabila menyenangi kezhaliman dan membenci tindak keadilan. Bukankah sesungguhnya agama itu cinta dan benci? Allah berfirman: ‘Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Nabi), pasti Allah akan mencintaimu’.” (Ali ‘Imran: 31). Pent. ) (Ada hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim, (yang artinya): “Syirik itu lebih samar dari semut hitam yang merayap di atas batu hitam pada waktu malam gelap gulita. Sekecil-kecilnya syirik adalah apabila menyenangi kezhaliman dan membenci tindak keadilan. Bukankah sesungguhnya agama itu cinta dan benci? Allah berfirman: ‘Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Nabi), pasti Allah akan mencintaimu’.” (Ali ‘Imran: 31). Pent. )
Syirik terselubung yaitu seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam haditsnya, bahwa ada syirik pada umat ini yang lebih tersembunyi daripada merayapnya semut hitam yang berjalan di atas batu hitam pada malam gelap gulita. Adapun cara yang diajarkan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam menghapus syirik terselubung adalah dengan do’a yang selalu beliau ucapkan:
(( اَللّهُمَ إٍنّيِ أَعُوذُبِكَ أَنْ أُشْرِكَ شَيْئًا وَأَناَ أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الذَّنبِ الَّذِي لاَ أَعْلَمُ ))
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari segala perbuatan syirik yang kuketahui, dan aku memohon ampunan-Mu dari dosa yang tidak kuketahui”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar